Dikeluhkan Masyarakat, Kelurahan Panggil Penggali Pipa Gas

DUMAIPOSNEWS.COM, BAGAN BESAR – PEMERINTAH Kelurahan Bagan Besar Kecamatan Bukit Kapur memang­gil perusahaan pelaksana pengerjaan Pipa Gas Negara. Hal tersebut menyusul banyaknya keluhan masyarakat terhadap dampak dari peng­galian pipa tersebut.

Terhadap banyaknya laporan masyarakat atas kinerja pihak perus­ahaan penggali pipa gas negara di wilayah Bagan Besar tersebut membuat pihak Kelurahan Bagan Besar memanggil PT Wahana untuk menyikapi keluhan dari maayarakat.

Kongkowkuy

Hal tersebut dengan pertimbangan bahwa pekerjaan tersebut merusak halaman rumah maayarakat. Pasalnya, setelah kegiatan penggalian tidak ditindaklanjuti lagi seperti keadaan semula.

Hal ini disikapi dengan dilakukannya rapat bersama pihak Kelur­ahan Bagan Besar yang berlangsung di Kantor Lurah Bagan Besar Bukit Kapur.

Dipimpin Lurah Bagan Besar Hendri Beni, rapat diikuti Babinsa Bagan Besar Koptu Jabbar, Bhabinkamtibmas Bagan Besar Johanes Butar Butar serta Ketua RT yang lingkungannya terkena akses penggalian pipa.

Turut serta juga tokoh masyarakat yang diwakili Ridwan Adnan. Lurah Bagan Besar Hendri Beni menyampaikan pada Selasa (17/10), melihat kinerja pelaksanaan penggalian Pipa PGN buruk alias semerawut.

Hal itu diperkuat dengan laporan maayarakat dan ketua RT. Tuntutan masyarakat dan Ketua RT agar hasil kerja penggalian pipa yang tanahnya terkena harus diperbaiki dan ditimbun seperti semula. Hal ini perlu jadi perhatian khusus pihak perusahaan.

Dalam rapat ini pihak perusahaan pekerjaan pipa PGN PT Wahana yang dihadiri Humas H Azwan Anwar menyampaikan, terhadap keluhan ini pihaknya berjanji melakukan perbaikan jalan atau tanah ma­syarakat yang terkena penggalian.

Caranya dengan maksimal akan penimbunan dan pengecoran jalan tersebut untuk mempermudah akses masyarakat. Dalam hal ini akan dilakukan pendataan masyarakat yang tanahnya terkena dampak penggalian ini untuk diusahakan keadaan seperti sediakala.

Masyarakat menilai perusahaan penggalian pipa PGN dalam peker­jaan tersebut kurang maksimal, bahkan merusak jalan masyarakat tanpa melakukan upaya perbaikan.

Karena itu dipandang perlu adanya tindakan yang tegas dari pemerintah nantinya. Pertemuan tersebut berlangsung alot dan masyarakat mengultimatum agar segera dilakukan perbaikan secara maksimal.(ery/ Laporan : RAHMAD )