Pajak Lama Kian Semberawut, Camat Minta Kesadaran Pedagang

BAGANBATU (DUMAIPOSNEWS.COM)- Membandelnya para pedagang pajak lama yang melapak dibahu jalan Jendral Sudirman Kelurahan Bagan Batu kecamatan Bagan Sinembah diduga sebagai penyebab kesemrawutan yang belum berujung.

Akibatnya, ruas jalan menjadi sempit dan kerap menyebabkan kemacetan. Lokasi parkir kendaraan yang seharusnya di bahu jalan pun terpaksa memakan badan jalan.

Kongkowkuy

Untuk itu, Camat Bagan Sinembah, Drs Ahmad Atin berharap kesadaran para pedagang untuk tidak menjajakan dagangannya ke bahu jalan. Sebab, para pedagang yang memakan bahu jalan sebagai penyebab utama kesemrawutan Pajak Lama.

“Sudah entah keberapa kalinya kita lakukan penertiban dan himbauan. Kami harap, timbulkanlah kesadaran para pedagang Pajak Lama,” ungkap camat kepada wartawan ketika disinggung semakin semrawutnya jalan jendral Sudirman, khususnya di depan Pajak Lama Bagan Batu.

Kesemrawutan Pajak Lama semakin diperparah dengan adanya lubang diruas jalan tersebut. Akibatnya, kendaraan yang melintas dari arah Medan menuju Pekanbaru kerap terjebak macet dengan mengurangi laju kendaraannya.

Ahmad Atin juga berinisiatif merelokasi pedagang ke pasar baru yang merupakan pasar milik Pemda Rohil. Sebagaimana diketahui camat, pasar atau pajak baru hanya diaktifkan setiap hari Minggu saja.

Untuk itu, ia mencoba berkoordinasi dengan pihak pasar agar para pedagang Pajak Lama yang rencananya akan direlokasi, difasilitasi di Pajak Baru.

“Biar kita hidupkan pasar harian di situ (Pajak Baru, red). Nanti saya akan coba koordinasi dengan dinas pasar terkait hal tersebut. Karena pajak lama ini sudah terlalu kompleks masalahnya,” katanya.

Salah satu warga, Ramlan juga menyayangkan atas kesemrawutan Pajak Lama yang kian hari kian parah. Oleh karenanya agar pemerintah setempat segera mencarikan solusinya. Bahkan, parkir yang terpaksa memakan badan jalan akibat pedagang, menjadi penyebab kemacetan kerap terjadi.

Tidak hanya pagi saja bang macet disini, siang sampai sore juga. Cuma malam yang gak macet, karena aktivitas pedagang tidak ada lagi.

“Kalau pedagang direlokasi, saya setuju. Tapi pasti ada perlawanan nanti itu, ya bagaimana pun, pemerintah harus tegas untuk menertibkan,” pintanya. (min)