KSOP Keluarkan Peringatan Waspada Pelayaran,  Awas!! BMKG Deteksi Awan Cumulonimbus

DUMAIPOSNEWS.COM, DUMAI – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai mengingatkan pelaku pelayaran mewaspadai cuaca buruk gelombang tinggi disertai hujan deras di perairan Indonesia.

Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Dumai Capt Yuzirwan Nasution menyatakan, sudah menyampaikan edaran peringatan terkait kondisi cuaca terkini sebagaimana pantauan BMKG pada Kamis (13/12) hingga satu minggu ke depan.

Kongkowkuy

Dia menyebutkan, edaran tersebut disampaikan kepada seluruh pengguna jasa perairan, seperti perusahaan pelayaran, operator kapal, pihak keagenan kapal, para nakhoda, serta masyarakat maritim, khususnya nelayan.

“KSOP menekankan pada pengguna jasa dan pihak yang berkepentingan agar mengutamakan unsur keselamatan pelayaran dan harus senantiasa memantau perubahan cuaca di perairan,” kata Yuzirwan.

Selain itu, kepada seluruh nakhoda dan operator kapal yang akan berlayar diingatkan agar senantiasa mengantisipasi keadaan cuaca buruk di perairan serta tidak memaksakan diri berlayar.

“Bagi yang tetap mengoperasikan kapal agar ketika melewati perairan yang bergelombang laut tinggi harus balik kembali atau mencari tempat sandaran terdekat,” terangnya.

Yuzirwan menambahkan cuaca ekstrim gelombang tinggi disertai hujan deras itu ditenggarai dipicu adanya kemunculan awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut yang dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

Prakiraan tinggi gelombang sebagaimana dikeluarkan BMKG dengan ketinggian 1.25-2.5 meter terjadi di Laut Natuna, Perairan Kep. Natuna dan Kep. Anambas, Laut Andaman bagian Timur, Perairan Aceh, Perairan Barat Simeuleu, Perairan Nias dan Sibolga, Perairan Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu dan pulau Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan pulau Jawa, Perairan Selatan Bali, Perairan Selatan Lombok, Perairan Selatan pulau Sumbawa, Perairan Selatan pulau Sumba, Laut Sawu, Perairan pulau Sawu dan pulau Rote, Laut Timor, Selat Makassar bagian Tengah, Perairan Kep. Babar dan Kep. Tanimbar, Perairan Selatan Kep. Aru, Laut Aru, Laut Arafura, Perairan Kep. Sangihe Talaud, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Perairan Jayapura.

Cuaca ekstrim gelombang tinggi juga terjadi di Laut Cina Selatan, Laut Andaman bagian Barat, Samudera Hindia Barat Aceh Simeuleu hingga Mentawai, Samudera Hindia Selatan pulau Jawa dan Bali. Di perairan ini ketinggian gelombang bahkan mencapai 4 meter..(men)