WASPADA! Siswi 10 Tahun Sempat Dipukul, Diancam Mau Dibunuh, Lolos dari Penculikan

DUMAI (DUMAIPOSNEWS.COM) – Seorang murid SD berusia 10 tahun, Sifa nyaris menjadi korban dugaan penculikan di Kota Dumai, pasalnya murid Sekolah Dasar (SD) 019 ini diduga dibawa Orang Tidak di Kenal (OTK) saat pergi sekolah, Selasa (13/2) kemarin. Beruntung Sifa dapat meloloskan diri dari orang tidak dikenal setelah mencoba melawan.

Dihadapan orang tuanya, Sifa mengakui dipukul dibagian wajah dan kaki, lebam membiru terlihat jelas dipipi sebelah kanan Sifa. Selain dipukul pelaku, Sifa juga diancam dibunuh jika berteriak. Akibatnya, Sifa sempat trauma ketika melihat orang yang tidak pernah di lihat.

Kongkowkuy

Informasi yang dihimpun Dumaipos di lapangan kejadian itu terjadi sekitat pukul 13.00 WIB. Saat itu Sifa pamit dengan orang tuanya untuk pergi ke sekolah bersama temannya menggunakan sepeda.

Akan tetapi saat hampir sampai di sekolah, seorang pria tidak di kenal menghampiri mereka. Pria itu menyebutkan jika ban sepeda mereka bocor. Sifa kemudian turun jalan kaki.

Tiba-tiba pria itu menghampiri anak dibawah umur itu dengan cara beralasan jika Sifa di panggil guru. Namun itu diduga hanya akal-akalan agar korban mau menaiki sepada motor pelaku.

Setelah korban naik sepada motor, pria yang menggunakan helm itu langsung membawa sifa keliling. Pelaku baru memberhentikan kendaraan saat berada di Jalan Rawa Sari, Kecamatan Dumai Selatan. Itu pun karena pelaku mendapatkan telpon. Kesempatan itu digunakan korban untuk melarikan diri.

“Saya lawan, sempat di pukul dan diancam bunuh, kemudian berteriak minta tolong,” cerita Sifa.

Sifa mengaku tidak mengingat banyak mengenai ciri-ciri pelaku, namun kendaraan yang digunakan pelaku cukup diingat. “Pakai Honda Revo warna merah, setelah itu saya lari,”ujar Sifa.

Sifa langsung berlari dan pulang kerumahnya di Gang Hikmah, Bumi Ayu. Saat pulang sifa menangis dan menceritakan kejadiannya kepada sang ibu. “Saya terkejut, melihat anak saya pulang padahal baru pukul 14.10 WIB, sambil menangis pulak,baru dia cerita jika dibawa orang tidak di kenal,” sebut Ibu Sifa.

Kejadian itu sudah di laporkannya ke pihak sekolah, namun ke pihak kepolisian baru di laporkan,Kamis (15/3) kemarin. Awalnya orang tua Sifa enggan melaporkan kejadian tersebut, namun setelah didampingi tokoh pemuda Dumai Deni Kurniawan akhirnya orang tua korban membuat laporan resmi.

Kasatreskrim Polres Dumai AKP Awaluddin membenarkan jika ada laporan tersebut.”Korban baru melapor, dan kini masih diperiksa di unit PPA,” ujarnya singkat.

Ia belum bisa menjelaskan kejadian itu lebih lanjut, karena penyidik masih melakukan pemeriksaan.”Melakukan kekerasan terhadap anak dibawah umur diancam dengan penjara 4tahun,” tutupnya.(Aga)

 

Komentar