Masuk Kategori Kawasan Kumuh, Dua RT di Purnama Bakal Ditata Ulang

DUMAI (DUMAIPOSNEWS) – Pemerintah Kota Dumai akan menata ulang wilayah dua RT, RT 08 dan RT 13, Kelurahan Purnama Kecamatan Barat melalui program peningkatan kualitas lingkungan pemukiman. Menyusul ditetapkannya dua wilayah RT tersebut sebagai kawasan perumahan dan pemukiman kumuh melalui SK Walikota Dumai nomor 050.13/576/2024.

“Dari hasil evaluasi, Pemerintah Kota Dumai memandang perlu berupaya peningkatan kualitas lingkungan permukiman kumuh di RT. 08 dan RT. 013 Kelurahan Purnama,” kata Sekretaris Daerah Kota Dumai, Indra Gunawan usai Ekspose Proposal DAK Tematik PPKT TA 2025 yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, Rabu (10/07/2024).

Kongkowkuy

Peningkatan kualitas itu, kata Indra, berupa penataan bangunan melalui Pembangunan Baru dan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni, Peningkatan akses jalan, Pembangunan dan peningkatan drainase lingkungan, penyediaan jaringan layanan air minum, penyediaan sanitasi (tangka septik individu), penyediaan bak sampah dan ketersediaan prasarana proteksi kebakaran melalui titik hydran.

“Penanganan kawasan permukiman kumuh di kelurahan purnama juga akan dilaksanakan kegiatan relokasi bagi rumah yang berada di Sempadan Sungai,” kata Indra.

Saat ini terdapat 13 unit rumah di sempadan sungai yang akan direlokasi ke lahan seluas lebih kurang 1 (satu) hektar.

“Lokasi bekas rumah di sempadan sungai tersebut akan dikembangkan sebagai pengembangan RTH (Ruang Terbuka Hijau) dan keperluan lainnya, sehingga nantinya menciptakan lingkungan permukiman yang layak, aman dan nyaman,” lanjut Indra.

Terkait rencana dan penganggarannya, Pemko Dumai telah mengajukan proposal melalui DAK PPKT 2025. Dan saat ini, usulan Kota Dumai masuk dalam 46 kabupaten/kota yang lolos tahap penjaringan awal dari 128 kabupaten/kota yang mengusulkan DAK PPKT 2025.

“Proposal tersebut sangat menentukan penilaian atas usulan DAK PPKT Kota Dumai TA 2025. Dan selaku ketua Pokja PKP, kami telah ekspose melalui aplikasi Zoom Meeting dengan Tim Pembahas dari BAPPENAS dan Kementerian PUPR,” terang Indra.

Tujuan usulan tersebut untuk memperbaiki kualitas infrastruktur sarana prasarana pemukiman kumuh di kawasan tersebut dan mengubah citra kawasan kumuh dengan pola melibatkan pemerintah pusat dan daerah serta pihak luar seperti perusahaan (CSR) guna berkolaborasi untuk penuntasan kawasan ini.

“Tujuan kita adalah untuk memperbaiki kualitas infrastruktur sarana pemukiman dan mengubah citra kawasan tersebut yang melibatkan pemerintah daerah, pusat dan pihak luar seperti perusahaan guna berkolaborasi untuk penuntasan kawasan kumuh ini”, ucapnya.

Kawasan di kelurahan purnama ini berpotensi untuk pengembangan wisata mancing dan konservasi mangrove serta wisata pantai yang nantinya akan meningkatkan nilai dari kawasan ini dan masyarakat setempat dalam hal peningkatan pendapatannya. (amb)