Alfedri dan Husni Merza Diberikan Gelar Adat oleh LAMR Kabupaten Siak, Ini Diantara Alasannya

SIAK (DUMAIPOSNEWS.COM) – Berdasar video dan iktisar gelar adat yang dibacakan oleh Sekretaris LAMR Siak, Irvan Gunawan sebelum prosesi inti pengukuhan gelar adat yang diberikan kepada Drs H Alfedri MSi (Datuk Seri Setia Amanah) dan H Husni Merza BBA MM (Datuk Timbalan Setia Amanah) masing-masing Bupati dan Wabup Siak saat ini, masuk unsur dan alur patut untuk diberikan gelar adat oleh LAMR Siak.

Pengukuhan diberlangsungkan digedung LAMR Siak pada Ahad, 2 Zulhijjah 1445 H bersamaan dengan 9 Juni 2024 yang disaksikan oleh Ketua Kerapatan Adat LAMR Siak, H Wan Said didampingi Ketua Umum LAMR Kabupaten Siak, Drs H Arfan Usman MPd dengan disaksikan oleh Ketua Kerapatan Adat LAMR Provinsi Riau, H. Raja Marjohan Yusuf, Ketua Umum LAMR Provinsi Riau, H Taufik Ikram Jamil, Ketua Badan Perwakilan LAMR Jakarta, H DR (HC) Munasir Maadab SE. MM, Para Ketua LAMR Kab/Kota yang berhadir, wakil Bupati Bengkalis,.H Bagus Santoso, dan tamu kehormatan LAMR Siak dari Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan tokoh adatnya serta lainnya.

Kongkowkuy

Seperti iktisar yang dibacakan dan video yang ditontonkan ada sekitar 40 lebih penghargaan yang telah diterima oleh kabupaten Siak yang dikenal dengan negeri istana mulai dari berbagai pihak hingga tingkat nasional semenjak dipimpin oleh Alfedri dan Husni sebagai Bupati dan Wabup Siak.

Alfedri menyampaikan rasa syukur dan terimakasih pihaknya atas penganugerahan gelar adat kepada mereka berdua.

“Penganugerahan ini kami nilai sebagai simbol harapan dari masyarakat Kabupaten Siak terutama LAMR Siak dan masyarakat Melayu kepada kami untuk menjadi pemimpin dan keteladanan bagi semua pihak. Untuk itu kami mohon unjuk ajar dan masuka dalam mengembangkan amanah ini, bagaimana agar hazanah dan tradisi Melayu diangkat setinggi-tingginya kedepan,” sebut Alfedri serta menyampaikan beberapa tekad ke depan pihaknya untuk Melayu di Siak ini yaitu akan adakan Universitas Budaya Melayu serta menjadikan Kabupaten Siak sebagai pusat kebudayaan Melayu di Indonesia.

Pantauan di lapangan, pengukuha diawali dengan mengarak Bupati dan Wabup Siak hingga ke gedung LAMR Siak, sesampainya ditangga disambut dengan silat dan lantunanan sholawat, seterusnya naik ke lantai dua sebagai ruang utama tempat pelaksanaan acara pergelaran adat bagi Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi dan Wakil Bupati Siak, H. Husni Merza dengan gelar masing-masing Datuk Seri Setia Amanah dan timbalan setia amanah.

Seterusnya dipersembahkan tarian zapin yang dibawakan sanggar Mempura.

Acara sakral penambahan adat dimulai dari penyerahan kapur sirih kepada Ketua Kerapatan adat LAMR Siak, Wan Said dan Ketua Umum LAMR Siak, Datuk Drs H Arfan Usman MPd. Setelah itu sesuai dengan komando dari pembawa acara oleh H Novendri dilan jutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran dibacakan.

Ketua umum LAMR Kabupaten Siak, Drs H. Arfan Usman MPd menyampaikan
Bahwa sebelum ini telah dimusyawarahkan sesuai atura yang berlaku, maka disepakati memberikan gelar adat kepada Bupati dan wabup Siak.

“Berhasil membawa negeri Siak cemerlang, gemilang dan terbilang yang dibuktikan dengan pembangunan daerah dan masyarakat yang meraih penghargaan hingga nasional. Kemudian sebelumnya Alfedri juga adalah timbalan datuk setia amanah waktu wabup Siak dulu. Inilah diantaranya kenapa LAMR Siak memberikan gelar kepada mereka,” jelas Arfan yang juga Sekdakab Siak tersebut.

Dalam arahannya, Datuk Raja Marjohan Yusuf berpesan agar pengukuhan ini jangan dikaitkan dengan politik. Sebenarnya kita setiap hari berpolitik. Jadi ini jangan dijadikan penghalang oleh pihak yang diberikan gelar, teruslah bergerak membangun daerah dan masyarakat dengan hazanah Melayu, jangan sampai lengah dan lelah.

“Sebenarnya sudah lama, rencana pemberian gelar ini, namun baru sekarang ink bisa dihidmat, panas pahit sama di dukung,” ujar Datuk Raja Marjohan Yusuf. (Rel)