Pastikan Stok Bahan Pokok Cukup Jelang Ramadan dan Idulfitri, Pj Gubri Kumpulkan Pejabat Terkait

PEKANBARU, DUMAIPOSNEWS.COM – Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto ingin mamastikan stok pasokan bahan pokok menjelang atau saat Ramadan dan Idulftri 1445 H tersedia dan tercukupi. Untuk itu, ia menggelar rapat persiapan pengendalian pasokan dan harga jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1445 H.

Agar hal tersebut bisa dipastikan, Pj Gubri dalam waktu dekat akan menggelar rapat bersama forkopimda dan stakeholders terkait.

Kongkowkuy

“Kita akan melakukan rapat bersama stakeholders terkait, nanti akan kita undang pihak-pihak terkait untuk memastikan bahan pokok pada HBKN Ramadan dan Idul Fitri 1445 H tercukupi,” jelas Pj Gubri, SF Hariyanto dalamĀ  rapat di Ruang Rapat Kediaman Gubernur Riau, Selasa (5/3/2024).

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Indra mengingatkan agar pada saat Ramadan dan Idul Fitri 1445 H tidak terjadi lonjakan inflasi yang cukup tinggi. Untuk itu, ia memandang perlu menyiapkan langkah-langkah antisipasi menghadapi itu.

Menurut Indra, langkah yang dianggap strategis untuk dilakukan dalam mengantisipasi terjadi lonjakan inflasi jelang HBKN yakni operasi pasar murah.

 

“Perlu kita waspadai, apalagi saat ini inflasi kita (Riau) diangka 2,86 persen. Kewaspadaan perlu kita antisipasi dari awal, karena yang akan kita hadapi ini adalah hari besar keagamaan, yakni Ramadan dan Idul Fitri 1445 H. Maka puncak kebutuhan pokok ya hari itu. Oleh karenanya operasi pasar merupakan satu diantara kegiatan yang bisa mengendalikan inflasi,” terangnya.

ndra mengimbau instansi terkait agar bergerak cepat melakukan langkah-langkah pengendalian inflasi jelang Ramadan dan Idulfitri 1445 H tersebut. Bahkan, ia mengaku siap jika nantinya perlu dilakukan operasi pasar murah tambahan di Provinsi Riau.

“Kita sudah menyediakan anggaran cukup besar untuk itu (operasi pasar murah). Kalau memang perlu adanya operasi pasar lagi, kita siap karena kita ada dana belanja tidak terduga (BTT). Dana ini masih tersedia dan cukup, sebab itu memang difokuskan untuk menekan angka inflasi,” pungkas Indra.(Adv)