FIELD Indonesia Ajak Petani Terapkan Metode Pertanian Udara Bersih Indonesia

PELALAWAN (DUMAIPOSNEWS.COM) – Pemanfaatan Mulsa tanpa olah tanah (TOT) merupakan metode pertanian yang ramah lingkungan, dimana pemanfaatan sisa tumbuhan pasca panen menjadi sarana dalam melakukan aktivitas taninya. Saat ini program tersebut lagi gencar-gencar oleh Yayasan FIELD di Indonesia salah satunya di Propinsi Riau khususnya di Kabupaten Pelalawan.

Penerapan mulsa tanpa olah tanah di Kabupaten Pelalawan terdapat di 3 kecamatan dan 13 desa. Program ini sudah di jalani di daerah berjulukan Negeri Amanah sejak tahun 2022 di desa yang menghasilkan produk pangan baik padi maupun sayur-mayur. Kegiatan ini berjalan sukses dan baik. Dengan adanya program ini, Yayasan Farmer Initiatives for Ecological Livelihoods and Democracy Indonesia mengajak masyarakat petani menerapkan teknik pertanian udara bersih Indonesia (UBI) sebagai alternatif mengelola sampah organik seperti yang telah dilakukan di 37 Desa di Provinsi Riau.

Kongkowkuy

Demikian disampaikan fasilitator Yayasan FIELD Propinsi Riau Aryani Kodriyana mengatakan, bahwa persiapan lahan dengan tidak membalik tanah dan hanya merebahkan sisa tanaman padi, merupakan praktek yang turun-menurun dilakukan di area sawah Kecamatan Kuala Kampar. Praktek ini cukup dekat dengan apa yang dipromosikan oleh program udara bersih Indonesia yang disebut dengan metode mulsa tanpa olah tanah.

” Sebagai pencegahan menghadapi kelangkaan air di musim kemarau, metode udara bersih juga menggalakkan intensifikasi penerapan paritan di setiap 1,5 m jarak tanam, sebagai upaya merestorasi air di setiap paritan dan mencegah penguapan air yang dilakukan dengan menutup tanah dengan jerami secara rapat dan maksimal. Metode ini sangat berpotensi menjadi solusi menanam di musim kemarau sehingga petani dapat terus menanam di masa kemarau sehingga mampu meningkatkan produktivitas hasil panen, “terangnya.

Aryani juga mengatakan, bahwa ada lebih dari 1.500 orang petani di Provinsi Riau telah mendapatkan manfaat dari pelaksanaan program udara bersih Indonesia yang melingkupi Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Siak, Bengkalis dan Kepulauan Meranti, merupakan 6 Kabupaten yang termasuk dalam wilayah Program Udara Bersih Indonesia, dengan pelibatan desa secara keterwakilan, utamanya melibatkan desa dengan potensi penghasil sumber pangan pangan baik dari tanaman padi maupun sayur mayur.

” Penerapan program udara bersih Indonesia ini diterapkan di Kabupaten Pelalawan terdapat tiga kecamatan yakni Kecamatan Pangkalan Kuras, Kecamatan Teluk Meranti,serta Kecamatan Kuala Kampar. Dan 13 desa di kecamatan tersebut yakni Di Kecamatan Pangkalan Kuras ada empat desa seperti Desa Betung, Batang Kulim, Sidomukti, Sialang Indah, Kecamatan Teluk Meranti ada 3 desa seperti Desa Kuala Panduk, Petodaan, Pulau Muda dan yang terakhir Kecamatan Kuala Kampar ada enam desa seperti Desa Teluk Dalam, Teluk, Teluk Bakau, Teluk Beringin, Sungai Upih, Sungai Solok, “ujarnya.

Metode Pertanian yang diperkenalkan oleh program Udara Bersih Indonesia sangat berpotensi menjadi solusi bagi petani yang kesulitan dalam mengelola sisa tanaman, dengan menerapkan metode UBI.

” Maka aktifitas pembakaran dapat dihindari, tidak hanya itu pengembalian bahan-bahan organik kembali ke tanah, berarti menjaga kelembaban dan menyediakan sumber nutrisi bagi tanaman untuk keperluan jangka panjang, “jelasnya.

Sementara itu, saat ditanyakan program UBI yang digencarkan Yayasan FIELD kepada salah satu desa di Kabupaten Pelalawan,Kepala Desa Teluk Bakau Zamzami menambahkan, bahwa dirinya mengucapkan banyak terimakasih atas program UBI yang telah diselenggarakan di Desa Teluk Bakau, khususnya pada kegiatan yang melibatkan kelompok tani cempaka merah yang telah merasakan dampak peningkatan hasil panen seperti yang dirasakan saat ini.

” Saya berharap program ini dapat terus berlanjut dan bisa terus berkolaborasi dengan pihak sehingga bisa bermanfaat secara lebih luas bagi masyarakat petani di tercinta ini, “tutupnya.(naz)