oleh

Ekspor Produk Pertanian Lewat Dumai Capai Rp3,3 Triliun Sahat : Kuncinya Petugas ‘CIQP’ Harus Kompak

DUMAI(DUMAIPOSNEWS.COM) — Pelabuhan Dumai yang memiliki keunggulan dibanding pelabuhan lain kerap disinggahi kapal dari berbagai negara untuk kegiatan ekspor. Dari Januari hingga November 2022 nilai ekspor pertanian lewat Dumai mencapai Rp3,3 miliar atau 90 persen sisanya berada di beberada daerah di Provinsi Riau.

Jika dikalkulasikan keseluruhan sebanyak 386 ton produk pertanian asal Provinsi Riau diekspor ke berbagai negara melalui Pelabuhan Pelindo Dumai mencapai Rp3,7 triliun.
Ekspor hasil pertanian ke beberapa negara dilepas Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI, Ir Bambang, Senin (21/11) didampingi
Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Sahat Panggabean, Kepala Balai Karantina Pertanian Riau Almen MT Simarmata, pejabat Bea dan Cukai, KSOP dan Ir Bambang mengungkapkan produk-produk pertanian itu diekspor ke Cina, Jepang, Vietnam, Filipina. Pelabuhan Dumai sangat berpotensi dalam mendongkrak pendapatan negara dan gerbang eskpor hasil pertanian ke luar negeri.

Kongkowkuy

“Untuk itu dia mengajak seluruh pihak pihak berkompeten mulai dari Bea Cukai, Balai Karantina untuk bersama sama memberikan kemudahan pelayanan perizinan agar nilai ekspor semakin meningkat,”katanya.

Selain itu kata Bambang peningkatan ekspor merupakan sinergi banyak pihak mulai dari hulu sampai ke hilir, dan kami akan terus optimal mendukung komoditas pertanian berorientasi ekspor ini.
Bahwa peningkatan ekspor merupakan refleksi keunggulan komparasi keberhasilan pengembangan pembangunan pertanian di daerah. “Untuk itu ia mengapresiasi kinerja Walikota Dumai meminta agar kegiatan ekspor melalui pelabuhan Dumai.
Hal ini tentu sejalan dengan tugas strategis yang diberikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, kepada Balai Karantina Pertanian dalam mengakselerasi peningkatan ekspor.

Kepala Karantina Pertanian Riau, Almen Simarmata menyebutkan di tahun 2021 misalnya, nilainya mencapai Rp 39,42 triliun atau meningkat 15,4% dibandingkan tahun 2020, Rp 34,14 triliun.
Walikota Dumai, H Paisal menyampaikan apresiasi atas pengawalan pembangunan pertanian dan akan terus mensupport masyarakat untuk berkreasi dalam sektor pertanian. Banyak lahan pertanian di Dumai tinggal menggarapnya dan tanamannya tentunya harus disesuaikan dengan permintaan ekspor.

“Pada tanggal 4 Desember 2022 Pemerintah Dumai akan melakukan penandatanganan kerjasama dengan China dalam pembangunan pelabuhan peti kemas, sehingga produk olahan pertanian asal Riau dapat langsung diekspor tanpa melewati Medan, Sumatera Utara,” kata Paisal.

Ditempat yang sama Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Sahat Panggabean menyampaikan, dukungan percepatan ekspor adalah solidnya tim antar otoritas instansi di pelabuhan CIQP yakni pihak (Custom, Immigration, Quarantine & Port) dan modernisasi.

“Penataan di pelabuhan yang kita lakukan sekarang menggunakan digitalisasi. Lebih cepat, tepat dan transparan,” ujarnya.
Tidak ada lagi proses perizinan yang menggunakan uang antara masyarakat dan intansi vertikal karena tidak tatap muka. Sebab saat ini pelayanan perizinan sudah sistim online. Semua harus bergerak cepat agar nilai ekspor ke berbagai negara lebih meningkat.
Dia juga meminta pada walikota Dumai agar menggesa pembebasan lahan Parit Kitang agar lalulintas kendaraan industri tidak lagi melewati jalan pemukiman masyarakat.(wan)

Tentang Penulis: Dumai Pos News

Gambar Gravatar
Dumaiposnews.com merupakan situs berita yang merangkum setiap kejadian dari berbagai sumber dan Kami hadir untuk ikut andil dalam penyebarluasan informasi terkini kepada masyarakat.

Berita Terbaru