oleh

18 Sekolah di Meranti Tak Bisa Ngakses Internet

SELATPANJANG(DUMAIPOSNEWS)-Untuk mendukung Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk tingkat SD dan SMP diperlukan perangkat komputer dan juga akses internet yang stabil. Namun, dari sebanyak 221 SD dan SMP di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau masih terdapat 18 sekolah yang tidak bisa online, atau tidak ada dan tidak bisa menjangkau jaringan internet sama sekali.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, H Suardi MPd melalui Kabid Sarana dan Prasarana, Samsul Bahri ST mengungkapkan, Rabu (21/9/22) mengatakan bahwa mereka sudah memilah persoalan seluruh sekolah dalam ketersediaan fasilitas internet. Disebutkannya persoalan internet bagi sekolah di Meranti dibagi dalam 6 kategori.

“Kita telah mendata dan membagi persoalan internet di seluruh sekolah di Meranti. Ada 6 kategori, diantaranya sekolah yang punya menara internet berfungsi dengan baik dengan jaringan 4G masuk kategori 1, sekolah yang tidak memiliki menara internet dan tidak berfungsi dengan baik masuk kategori 2, sekolah tidak memiliki menara internet, tapi dalam jangkauan signal internet yang baik masuk kategori 3, sekolah yang tidak memiliki internet dan tidak dalam jangkauan signal yang baik masuk kategori 4, sekolah tidak memiliki tower internet dan tidak ada signal yang baik masuk kategori 5, dan sekolah memiliki tower internet tapi berfungsi dengan baik, namun signal lemah, tetapi jaringan disekitar 4G masuk kategori 6,” rinci Samsul.

Dari rincian tersebut, sekolah yang masuk kategori 1 sebanyak 42 sekolah, masuk kategori 2 sebanyak 90 sekolah, kategori 3 sebanyak 66 sekolah, kategori 4 sebanyak 13 sekolah, kategori 5 sebanyak sebanyak 5 sekolah dan masuk dalam kategori 6 sebanyak 5 sekolah. Dari data tersebut, total sekolah yang benar-benar tidak bisa online sebanyak 18 sekolah.

“18 sekolah dari gabungan kategori 4 dan 5 tidak bisa mengakses internet atau online. 18 sekolah tersebut berada di Kecamatan Merbau dan Pulau Merbau,” katanya.

Samsul menambahkan dari pemetaan yang dilakukan akan dilakukan langkah-langkah agar bisa mengatasi persoalan tersebut. Salah satu upayanya dengan berkoordinasi dengan Dinas Kominfo. Sehingga bisa dicarikan solusi terbaik nantinya.

“Dari koordinasi dengan Kominfo nantinya bagaimana kita bisa membangun tower jaringan. Baik tower yang dibangun investor, maupun dibangun secara mandiri,” ucapnya.

79 Sekolah Dibantu Perangkat Komputer

Lebih jauh, Kabid Sapras tersebut mengungkapkan juga pada Tahun 2022 ini, pihaknya sudah membantu sebanyak 79 sekolah yang belum memiliki fasilitas komputer. Dimana masing-masing sekolah mendapatkan sebanyak 5 unit laptop khusus untuk mendukung pelaksanaan ANBK.

“Bantuan ini sudah kita salurkan semuanya. Ada sebanyak 79 sekolah yang mendapatkan bantuan laptop. Dimana bantuannya bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus),” ucapnya.

Selain bantun laptop, pihak Disdikbud juga membantu meubeler untuk sekolah yang ada di Meranti. Sehingga sarana dan prasarana di seluruh sekolah bisa terpenuhi.

“Pemenuhan sarana dan prasarana sekolah yang ada di Meranti akan terus kita penuhi. Namun pemenuhannya kita lakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan bantuan dari pemerintah pusat ke daerah,” terangnya.(ian)

Tentang Penulis: Dumai Pos News

Gambar Gravatar
Dumaiposnews.com merupakan situs berita yang merangkum setiap kejadian dari berbagai sumber dan Kami hadir untuk ikut andil dalam penyebarluasan informasi terkini kepada masyarakat.

Berita Terbaru