oleh

Gelapkan Uang Rp 203 Juta Warga Basira Ditangkap Polisi 

KUBU (DUMAIPOSNEWS.COM) – Seorang pria bernama JS alias Joko warga jalan Raja Ali Haji kepenghuluan Harapan Makmur kecamatan Bagan Sinembah Raya (Basira) tak berkutik saat dirinya ditangkap oleh petugas kepolisian berpakaian preman.

Berdasarkan data yang berhasil dirangkum Dumai Pos,  Selasa (9/8) petang kemarin menyebutkan,  bahwa dirinya ditangkap karena diduga telah menggelapkan uang sejumlah Rp 203 juta milik Yusuf (46) warga jalan Sungai Agas, Kepenghuluan Teluk Piyai Pesisir Kecamatan Kubu.

Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto SH Sik Msi yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Rohil AKP Juliandi SH membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka penipuan dan penggelapan itu.

Diterangkan Juliandi, bahwa pada 31 Januari 2022 pukul 15.00 Wib lalu korban mengirimkan uang dengan jasa transfer kepada Anto yang mana sebelumnya ada kesepakatan antara Anto dan tersangka bahwa korban akan membeli satu unit lengkap mesin pembuatan air minum mineral dalam kemasan gelas.

Selanjutnya, pada Kamis 03 Maret 2022 sekitar pukul 10.30 Wib, korban kembali mentransfer uang sebanyak Rp 20 juta untuk keperluan dalam proses pembuatan pabrik air mineral dalam bentuk kemasan tersebut.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu korban sudah mentransfer uang kepada Anto dan tersangka sebesar ratusan juta namun hanya mesin penyaringan air saja yang diantar oleh Anto.

Dimana, saat sampainya mesin tersebut Anto menjelaskan kepada korban bahwa harga mesin tersebut seharga Rp 197 juta.

Kemudian Anto menyerahkan pengadaan material berupa kotak kardus bermerek, kemasan gelas, pipet dan surat izin usaha kepada tersangka JS.

Dan selama korban melakukan pemesanan untuk pembelian material tersebut terhadap tersangka itu korban sudah mengirimkan sejumlah uang kepada terlapor. akan tetapi sampai saat sekarang ini, material yang di pesan tidak kunjung sampai.

Sehingga korban menanyakan kembali kepada tersangka melalui hanphone, namun sampai saat ini tersangka tidak ada memberikan jawaban pasti tentang material dan surat izin tersebut sehingga korban merasa rugi Rp 203 juta kemudian melaporkan kepada pihak Polsek Kubu.

Selanjutnya, pada Ahad (7/8) sekitar pukul 18.00 Wib, tersangka mendatangi rumah korban untuk meminta uang sebesar Rp 10 juta dengan alasan untuk keperluan pembelian material berupa kotak kardus bermerek, kemasan gelas, pipet dan surat izin usaha.

” Ya dikarenakan merasa sudah banyak mentransfer uang kepada tersangka namun janji tidak kunjung ditepati, kemudian korban membawa tersangka ke kantor Kepolisian Sektor Kubu dengan maksud untuk menanyakan sejumlah uang milik korban yang sudah di berikan atau ditransfer kepadanya, ” ujar Juliandi.

Namun tidak ditemukannya kesepakatan, setelah dilakukan interogasi terhadap tersangka dan mengakui perbuatannya atas dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

” Selanjutnya korban menyerahkan permasalahan tersebut dan tersangka beserta barang bukti kepada pihak Kepolisian sektor Kubu guna proses lebih lanjut,” jelas Juliandi kembali. (min)

Tentang Penulis: Dumai Pos News

Gambar Gravatar
Dumaiposnews.com merupakan situs berita yang merangkum setiap kejadian dari berbagai sumber dan Kami hadir untuk ikut andil dalam penyebarluasan informasi terkini kepada masyarakat.

Berita Terbaru