oleh

Masinton Sindir Luhut: Menko Pongah Sok Paling Berkuasa!

DUMAIPOSNEWS.COM – Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menanggapi aksi unjuk rasa mahasiswa yang akan digelar di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (11/4). Demonstrasi ini digelar untuk meminta ketegasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menyikapi isu penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden tiga periode.

Masinton mempertanyakan keberadaan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kembali secara tegas dan gamblang bahwa tidak ada rencana agenda penundaan Pemilu maupun perpanjangan masa periode jabatan Presiden.

“Sikap kesatria Presiden Jokowi ini adalah bentuk tanggung jawab seorang pemimpin mengambil alih tindakan keblinger bawahannya yang congkak dan semena-mena kepada rakyat,” kata Masinton dalam keterangannya, Senin (11/4).

“ Pertanyaanya adalah ke mana Menko yang menggalang dukungan palsu tiga periode masa jabatan presiden tersebut? Di mana batang hidung menteri pongah sok merasa paling kuasa itu? Kenapa bukan Menko tersebut yang menjelaskan kepada publik dan massa aksi yang melakukan penolakan perpanjangan tiga periode masa jabatan presiden?” sambungnya.

Sebab belakangan ini, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sempat melontarakan pernyataan adanya big data masyarakat yang menginginkan penundaan Pemilu. Karena itu, Masinton menegaskan, gagasan penundaan Pemilu maupun masa jabatan Presiden tiga periode bukan datang dari Jokowi.

“Bahwa gagasan diatas bukan berasal dari Presiden Jokowi, melainkan dari dirinya sendiri sebagai Menko yang sebenarnya tidak memiliki kewenangan di bidang politik,” tegas Masinton.

Angota DPR-RI menyebut, seharusnya Luhut buka suara usai Presiden Jokowi menegaskan Pemilu akan digelar sesuai pada waktunya pada 14 Februari 2024. Bahkan, Masinton tak segan mendesak untuk mundur jika tidak memberikan klarifikasi.

“Harusnya Menko tersebut secara kesatria mundur dari seluruh jabatannya. Apalagi telah menyebarkan big data hoaks kepada masyarakat Indonesia,” cetus Masinton.

Menurut Masinton, aksi unjuk rasa mahasiswa yang digelar hari ini merupakan respons kritik dan perlawanan terhadap elite politik tua yang rakus kekuasaan. Bahkan untuk mencapai tujuan keserakahannya secara terang-terangan berupaya membajak konstitusi dan menenggelamkan demokrasi.

“ Esiensi dari perjuangan gerakan reformasi dan demokrasi tahun 1998 lalu adalah pembatasan kekuasaan. Tanpa adanya pembatasan kekuasaan secara demokratis akan melahirkan kesemena-menaan (tiran), berwatak rakus dan serakah (oligarki kapitalis),” pungkas Masinton.(jpc)

Tentang Penulis: Dumai Pos News

Gambar Gravatar
Dumaiposnews.com merupakan situs berita yang merangkum setiap kejadian dari berbagai sumber dan Kami hadir untuk ikut andil dalam penyebarluasan informasi terkini kepada masyarakat.

Berita Terbaru