Kisah Wardi, Pemancing yang Mendapat Ikan Tirus, Jual Gelembung Rp140 Juta

DUMAIPOSNEWS.COM – Wardi, nelayan tradisional warga Dusun Pantai, Desa Segarau, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas bagai kedatangan Dewi Fortuna. Pasalnya, gara-gara mendapatkan ikan tirus, ia kini mengantongi duit Rp140 juta. Gelembung di dalam ikan tersebut atau yang biasa disebut luppe dibeli orang secara tunai.

Nasib baik pria 36 tahun itu bermula ketika dirinya memancing ikan, Selasa (8/2) pagi sekitar pukul 10.00 di sungai dekat tempat tinggalnya. Ia mendapatkan ikan tirus. Jenis ikan ini memiliki gelembung yang berharga mahal. Pria yang juga pernah bekerja di Malaysia ini mendapatkan ikan jenis jantan.

Kongkowkuy

“Ikan tirus yang saya dapatkan ini paling besar dari yang pernah saya peroleh. Ikannya pun berjenis kelamin laki-laki, sehingga harganya Rp140 juta karena gelembungnya kuat dan tebal. Sebenarnya kalau jual kering bisa sampai Rp150 juta, tapi saya jual saat masih basah,” kata Wardi.

Dirinya mendapatkan ikan tirus bukan kali ini saja. Sebelumnya ia juga pernah memperoleh ikan yang sejenis. Hanya saja, waktu itu jenisnya betina sehingga harganya tidak semahal yang sekarang. Awalnya, dirinya tak pernah menduga akan mendapatkan ikan tirus laki-laki.

“Awalnya memancing seperti biasanya. Saat umpan dimakan ikan, saya angkat pancingan dan pakai serokan mengambil ikannya. Ketika sudah di atas perahu, ternyata ikannya berwarna kuning keemasan, barulah saya tahu kalau itu ikan tirus,” katanya.

Setelah itu, Wardi kemudian membelah ikan dan mengambil gelembung yang ada di dalam perutnya. Gelembung itu lalu dijualnya ke seseorang yang juga warga Kecamatan Tebas. “Warga sini juga yang membeli ikan. Dia memang biasa mengambil ikan untuk dijual kembali. Namanya Damak,” ungkapnya.

Uang hasil penjualan gelembung ikan tirus ini rencananya akan digunakan untuk merenovasi rumah dan membeli sampan untuk memancing. Soalnya, kondisi rumah yang ditinggalinya saat ini sudah banyak yang rusak. Kayu-kayunya sebagian sudah rapuh. Sampan yang biasa dipakainya untuk memancing pun kebetulan butuh perbaikan.

“Rencana untuk beli alat pancing juga, selain merenovasi rumah dan memperbaiki sampan. Selain itu, untuk beli kebutuhan rumah tangga juga,” katanya.

Wardi mengatakan, memancing ikan memang sudah kebiasaannya sejak masih bujangan. Ia bahkan sudah sering memancing sejak lulus SD. Kebiasaan ini sempat terhenti karena ia bekerja di Malaysia. Namun, setelah pulang dari negeri jiran, kebiasaan itu kembali ia tekuni.

Menurutnya, sungai-sungai yang ada di wilayah Kabupaten Sambas, termasuk di Sungai Sambas Besar, selama ini memang terkenal dengan potensi berbagai jenis ikan, termasuk udang galah. Kekayaan alam inilah yang membuat banyak pemancing, baik dari Kabupaten Sambas maupun luar daerah sering memancing di sungai tersebut.(fah/ Jpg)