oleh

KPK Cecar Edhy Prabowo Soal Belanja Barang-barang Mewah di AS

JAKARTA ( DUMAIPOSNEWS.COM ) – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka pada Kamis (14/1) kemarin.

Penyidik antirasuah mencecar politikus Gerindra itu soal pembelian berbagai barang mewah yang diduga dari uang panas ekspor benih lobster atau benur.

“Diperiksa sebagai tersangka, dilakukan penyitaan kepada yang bersangkutan terkait barang bukti, diantaranya berbagai tas dan baju dengan merk ternama yang pembeliannya dilakukan saat berada di Amerika Serikat yang sumber uang pembeliannya diduga dari jatah pengumpulan fee para eksportir benur,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (15/1).

Selain Edhy, tim penyidik lembaga antirasuah juga turut memeriksa Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kaur, Bengkulu, Edwar Heppy dalam kapasitasnya sebagai saksi. Eswar dikonfirmasi mengenai perizinan usaha tambak di Kabupaten Kaur, Bengkulu.

“Edwar Heppy diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Suharjito (SJT) dkk. Dikonfirmasi mengenai pengetahuannya terkait proses perizinan usaha tambak di wilayah Kabupaten Kaur, Bengkulu,” ucap Ali.

KPK sebelumnya menduga, uang suap ekspor benur dibelanjakan sejumlah barang-barang mewah oleh Edhy Prabowo dan istrinya, Iis Rosyari Dewi di Honolulu Aamerika Serikat pada 21-23 November 2020 senilai Rp 750 juta. Uang itu dibelanjakan jam tangan rolex, tas koper Tumi, Louis Vuitton, Jam Jacob n Co dan Tas Koper LV.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka. Selain Edhy, KPK juga menetapkan enam tersangka lainnya yang juga terseret dalam kasus ekspor benur.***

 

Sumber : Jawapos.com

Tentang Penulis: Dumai Pos News

Gambar Gravatar
Dumaiposnews.com merupakan situs berita yang merangkum setiap kejadian dari berbagai sumber dan Kami hadir untuk ikut andil dalam penyebarluasan informasi terkini kepada masyarakat.

Berita Terbaru