oleh

Tekan Penularan Covid-19, Libur Akhir Tahun Dikurangi

JAKARTA ( DUMAIPOSNEWS.COM ) – Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2020 tentang Cuti Bersama ASN berpeluang berubah. Itu setelah pemerintan memutuskan untuk meninjau ulang penerapan cuti bersama pengganti Idulfitri.

Sangat mungkin, cuti bersama lima hari untuk perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) bakal berkurang. Keputusan itu diambil dalam rapat kabinet terbatas di Istana Merdeka, Senin (23/11).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi porsi pembahasan khusus dalam ratas kemarin untuk membahas libur Nataru. Hasilnya adalah keputusan peninjauan ulang.

“Bapak Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan (libur),” ujar Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy usai ratas.

Yang diminta untuk dikurangi, lanjut Muhadjir, adalah cuti bersama akhir tahun dan libur pengganti cuti bersama Idulfitri.

“Presiden memerintahkan supaya segera ada rapat koordinasi yang dilakukan oleh Kemenko PMK dengan kementerian/lembaga terkait,” lanjut mantan Mendikbud itu.

Pada Keppres yang berlaku saat ini, cuti bersama Natal ditetapkan berlangsung 1 hari, yakni pada 24 Desember.

Sementara, cuti bersama pengganti Idulfitri berlangsung empat hari pada 28, 29, 30, dan 31 Desember.

Bila diakumulasikan dengan akhir pekan dan libur nasional, total masa liburan akhir tahun adalah 11 hari. Mulai 24 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021.

Muhadjir tidak memerinci apa pertimbangan pemerintah mengurangi masa libur tersebut. Namun, berkaca dari sejumlah momen cuti bersama beberapa bulan terakhir, terlihat bila libur panjang membuat kewaspadaan masyarakat berkurang.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengakui bahwa libur panjang berdampak pada penularan Covid-19. “Harus diakui bahwa terjadi peningkatan kasus (Covid-19) selama libur panjang yang lalu,” terangnya.

Libur panjang yang dimaksud adalah saat peringatan Maulid Nabi pada akhir Oktober lalu. meskipun demikian, dia mengklaim bahwa angka penularannya masih bisa dikendalikan.

Dalam arti tidak lebih tinggi dari libur panjang tahun baru hijriah Agustus lalu. Beberapa hari terakhir, sambung Doni, terjadi peningkatan kasus di sejumlah daerah.

Bahkan, penambahan kasus di ibu kota lebih tinggi dari biasanya. “Dua hari yang lalu (21/11) kasus mencapai 1.579 dan kemarin (22/11) 1.300-an,” lanjut perwira TNI berpangkat letnan jenderal itu.(byu/Jpg)

Tentang Penulis: Dumai Pos News

Gambar Gravatar
Dumaiposnews.com merupakan situs berita yang merangkum setiap kejadian dari berbagai sumber dan Kami hadir untuk ikut andil dalam penyebarluasan informasi terkini kepada masyarakat.

Berita Terbaru