oleh

Kampanye Dialogis Bagus Santoso di Bantan Air, Masyarakat Minta Jalur Lintas Batas Kembali Dibuka

BANTAN(DUMAIPOSNEWS.COM) – Masyarakat dan para pelaku lintas batas meminta pemerintah Kabupaten Bengkalis kembali membuka atau kembali menghidupkan jalur lintas batas ke Malaysia sepeti beberapa tahun lalu.

Aktivitas lintas batas diakui banyak membantu masyarakat terutama para petani di pulau Bengkalis dan sekitarnya. Banyak hasil pertanian seperti kelapa, pisang, pinang dan lainnya bisa dijual ke Malaysia dengan haega lebih kompetitif.
Seperti disampaikan Bani saat menghadiri kampanye dialogis Calon Wakil Bupati Bengkalis, nomor urut 3, H Bagus Santoso di Desa Bantan Air, Senin (12/10). Tokoh masyarakat Bantan Air ini mengaku banyak masyarakat yang berharap agar jalur lintas batas kembali dibuka.

“Terus terang mas Bagus, ketika dulu jalur lintas batas ini masih dibuka, banyak yang terbantu dari kegiatan kita. Banyak hasil-hasil pertanian masyarakat yang bisa kita bawa ke Malaysia,” ujar Bani.

Ungkapan senada disampaikan Muari, mantan pelaku lintas batas ini juga berharap agar jalur lintas batas kembali dibuka,”Kita tidak tahu apa persoalannya, to kami berharap jika kelak buk Kasmarni dan Mas Bagus jadi pemimpin Bengkalis mohon jalur perdagangan ini kembali dibuka,” harap Muari pula.
Terkait permintaan tersebut, Bagus Santoso yang juga mantan pelaku lintas batas ini mengaku banyak menerima masukan dan permintaan agar jalur lintas batas kembali dibuka.

“Terus terang saya sendiri merasakan manfaat dari jalur lintas batas ini karena saya salah seorang pelakunya dan ini akan menjadi catatan kami di KBS, bagaimana atau regulasi nya seperti apa akan kita perjuangkan,” kata Bagus Santoso.

Jalur Ekspor Impor

Karena jalur lintas batas tak kunjung dibuka, maka sejumlah pengusaha di Bengkalis terpaksa mengikuti jalur Ekspor Impor. Itupun form D-nya dikeluarkan oleh Kabupaten Meranti, karena di Bengkalis tidak bisa mengeluarkan itu.
“Seperti dialami teman saya pengusaha muda Bengkalis, Kennedy. Dia harus menjual pisang dan keladi melalui jalur ekspor impor, bukan lintas batas. Tentu regulasinya berbeda antara lintas batas dengan jalur ekspor impor”. ujar Bagus Santoso,

Karena form D-nya yang mengeluarkan Meranti, maka hasil pertanian warga yg dibawa terdaftar atas nama Kabupaten Meranti. Bahkan kabarnya kata Bagus, di Meranti bisa 27 tarif jalur ekspor dalam saru bulan.

“Hampir tiap hari ada aktivitas ekpor di Meranti, pasti ini akan terjadi multiplier effect bagi masyarakat setempat. Insyaallah ini menjadi catatan KBS. KBS menang jalur Lintas Batas kita buka kembali,” ungkap Bagus Santoso. (auf)

Berita Terbaru