oleh

HM Harris : Setiap Perusahaan Diwajibkan Punya Alat Pemadaman Berstandar

Loading...

PELALAWAN (DUMAIPOS NEWS.COM ) – Guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi belakangan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan bersama unsur Polri, TNI dan sejumlah perusahaan, pada Selasa (29/10) menggelar apel siaga dihalaman kantor Bupati Pelalawan. Dalam apel siaga tersebut, bertindak sebagai inspektur upacara langsung Bupati Pelalawan HM Harris. Dirinya meeminta kepada seluruh perusahaan yang beroperasi diwilayah Kabupaten Pelalawan untuk selalu waspada dengan menjaga lahan masing-masing agar tidak terbakar.
” Ya, apel ini untuk mengingatkan kita semua agar waspada dengan adanya kebakaran yang terjadi sebelumnya. Untuk saat ini kondisi sudah aman, tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan dan disamping itu juga daerah kira sudah turun hujan,” terang Bupati Pelalawan HM Harris kepada Dumai Pos, Selasa (29/ 10) kemarin usai mengikuti apel siaga karhutla.

HM Harris juga mengatakan, bahwa dengan kondisi daerah ini sudah bebas dari karhutlan, untuk status siaga darurat karhutla sudah kita cabut. Walaupun sudah selesai, tapi pihaknya terus tetap siaga. Maka dari itu, dirinya menghimbau kepada perusahaan untuk terus berkoordinasi kestakholder dimasing-masing kecamatan dan terus melakukan pemantauan dilapangan. Sedangkan buat masyarakat juga, untuk tidak melakukan pembakaran lahan.
” Sebelum apel siaga dimulai kita menggelar rapat pertemuan dengan sejumlah perusahaan, dalam rapat tersebut saya menekan kepada perusahaan yang belum lengkap dan tidak standarnya alat perlengkapan pemadaman kebakarannya supaya bisa dilengkapi sesuai dengan standar. Kebakaran hutan dan lahan harus diperhatikan, dimana bisa berdampak yang ditimbulkan akibat kebakaran lahan meski tujuannya untuk membuka lahan,”ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan Drs Hadi Penandio MSi menambahkan, bahwa kebakaran hutan dan lahan telah usai dan selama kebakaran yang terjadi, luas lahan yang sudah terbakar pada tahun 2019 sebanyak 978,5 hektare. Kalau masalah alat berat yang diintruksikan Bupati, pihaaknya akan membuat tim pemantau alat standar.

” Kalau masalah sarana dan prasarana lainnya seperti alat berat, kita meminta perusahaan stanbay kan setiap alat berat semua perusahaan. Alat itu distandbay, bilamana terjadinya karhutla, supaya bisa buat embung, kanal dan sekat. Untuk masalah anggaran karhutla ini, kita menganggarkan dana sebesar Rp 300 juta dan tahun depan kita kembali menganggarkan sebesar kurang lebih Rp 500 juta,”tutupnya.(naz)

Editor : Bambang Rio

Comments

comments

Tentang Penulis: Dumai Pos News

Gambar Gravatar
Dumaiposnews.com merupakan situs berita yang merangkum setiap kejadian dari berbagai sumber dan Kami hadir untuk ikut andil dalam penyebarluasan informasi terkini kepada masyarakat.

Berita Terbaru