oleh

Diduga Panitia Langgar Aturan,Pilkades Kesumbo Ampai Terancam Gagal

Loading...

BATHIN SOLAPAN (DUMAIPOS NEWS.COM ) – Tahun ini Desa Kesumbo Ampai kecamatan Bathin Solapan kabupaten Bengkalis menggelar pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Tahapan prosesi sedang berlangsung sejak dibuka pendaftaran sampai penutupan. Akan tetapi, panitia Pilkades hingga kini belum juga menetapkan siapa saja calon yang lolos dan memenuhi persyaratan. Ironisnya, dalam tahapan penjaringan bakal calon Kepala Desa (Kades), panitia diduga menabrak peraturan dan ketentuan yang berlaku. Sehingga kondisi di tengah masyarakat desa ini muncul polemik dan protes keras. Akibatnya kisruh makin berlarut-larut dan Pilkades terancam ditunda atau gagal. Bahkan pemuka masyarakat atau tokoh masyarakat setempat sangat kuatir Pilkades serentak tahun ini gagal.

” Sembilan bakal calon Kades ikut bertarung dalam pesta Pilkades tahun ini. Namun yang lolos atau memenuhi persyaratan, sebanyak enam bakal calon Kades. Mereka juga sudah mengikuti pembekalan dan rekomendasi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) kecamatan Bathin Solapan, ” kata pemuka masyarakat, Jhoni Hardi dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya kepada Dumai Pos Rabu (9/10).
Kisruh bermula sejak pergantian panitia lama dengan yang baru. Panitia sebelumnya menetapkan sebanyak lima bakal calon Kades. Mereka adalah Anita, Nurlaili, Hendra Gunawan, Ahmad dan Dedi Chandra. Dari enam bakal calon Kades yang lolos seleksi dan mendaftar sebanyak lima nama tersebut. Sementara Adi Saputra tidak mendaftar atau ikut bertarung sampai akhir waktunya.

Di penghujung penutupan pendaftaran ironisnya, ada tiga bakal calon muncul lagi. Mereka adalah M Fikri, Suwardino dan Alia. Padahal mereka ini tidak lolos dalam proses penjaringan bakal calon oleh panitia sebelumnya.
” Karena tidak mengikuti aturan muncul polemik seperti ini. Sampai sekarang panitia belum menetapkan siapa saja calon Kades dari hasil verifikasi yang lolos. Karena jumlahnya delapan orang. Dalam ketentuan hanya lima saja calon di setiap desa,,” jelasnya.
Dampak dari belum juga diumumkan penetapan calon Kades, desakan dari masyarakat mulai muncul. Bahkan akan menggelar aksi demonstrasi dalam waktu dekat ini. Panitia yang baru diminta agar bekerja sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
” Ini menyangkut dengan administrasi panitia. Kalau transparan dan mengikuti peraturan dan ketentuan, tidak akan ada polemik dan kisruh panjang. Waktu terus berjalan dan mepet. Perlu persiapan yang matang,” paparnya.
Ketua panitia Pilkades Kesumbo Ampai, Amrizal ketika dikonfirmasi perihal tersebut, menjelaskan memang ada kendala dalam prosesi atau tahapan Pilkades. Sehingga waktu pelaksanaan ditunda. Bukan gagal atau batal.
” Pilkades ditunda. Memang ada kendala. Penetapan calon Kades belum diumumkan,” sebutnya.(ole).

Editor : Bambang Rio

 

Comments

comments

Berita Terbaru