oleh

SMPN 2 Gelar Salat Istisqa Meminta Turun Hujan

Loading...

DUMAI(DUMAIPOSNEWS)— Kota Dumai yang mengalami kemarau panjang serta dilanda kabut asap parah
akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat kerisauan karena terganggunya proses  belajar mengajar. Sama seperti sekolah lainnya, SMP Negeri 2 Dumai pun harus merumahkan peserta didik lantaran alasan kondisi udara yang tidak sehat dan berbahaya. Sebagai  wujud keprihatinan itu, Kepala sekolah bersama ratusan pelajar, komite sekolah, majelis guru dan tata usaha serta orangtua siswa melaksanakan Salat Istisqa untuk meminta segera
diturunkannya hujan.

Salat sunat tersebut dilakukan sebelum kegiatan belajar mengajar sekitar pukul 09.00 pagi di lapangan sekolah, Senin (23/9). Bertindak sebagai imam Ustad M Juhar SPdi (guru agama) dengan khatib Partahanan Hutabarat MPdi. Terlihat hadir Ketua Komite SMPN 2  Supriyanto dan wakil komite Firman, Kasubbag Keuangan Disdikbud Poppy sama-sama ikut melaksanakan Salat Istisqa. Sebelum salat terlebih dahulu diisi dengan khutbah dan doa
bersama agar segera turun hujan.

Kepala SMPN 2 Dumai, Hj Saidatun Syabibah SPd MPd menyampaikan Salat Istisqa ini berharap agar hujan segera turun mengingat sudah dua pekan kegiatan pembelajaran di  sekolah lumpuh serta banyak sekali materi pelajaran yang tertinggal meskipun memang tetap diberikan tugas selama mereka istirahat di rumah. Apalagi karena dampak kabut asap  ini membuat jadwal pelaksanaan ujian tengah semester atau mid seharusnya tanggal 23
September terpaksa harus diundurkan menjadi tanggal 30 September mendatang.

“Alhamdulillah, hari ini terlaksana Salat Istisqa di SMP Negeri 2 Dumai mudah-mudahan doa dan zikir yang kita panjatkan diijabah oleh Allah SWT aamiin. Salat istisqa ini kita memohon ampunan dosa dan berharap rahmat Nya turun hujan sehingga kabut asap ini segera lenyap dari muka bumi. Ya, sekaligus anak-anak dapat langsung melakukan praktik Salat Istisqa untuk meminta hujan, tetapi hujan yang membawa berkah bukan
musibah. Kita berharap dengan turunnya hujan agar menghilangkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan sehingga anak-anak bisa kembali bersekolah dengan normal,”  ujar Saidatun Syabibah.

Lebih jauh, Saidatun Syabibah mengingatkan orangtua yang merasa kuatir atau merasa tidak kuat untuk ke sekolah boleh belajar di rumah saja serta siswa diharuskan memakai masker dengan makan yang cukup dan banyak minum air putih. Dan selama kabut asap ini bahwa kegiatan belajar mengajar dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 14.00.

”Kami mengajak kerjasama dan perhatian orangtua siswa untuk mendampingi anak-anak belajar di rumah serta senantiasa memantau anak supaya tidak keluar rumah untuk hal yang tidak bermanfaat. Belajar tetap seperti biasa di sekolah hanya jam nya saja dikurangi sementara sampai situasi kembali normal, dan kegiatan luar kelas seperti olahraga dan eskul lainnya ditiadakan selama kabut asap ini karena akan banyak menimbulkan dampak
negatif khususnya untuk kesehatan kita,” ungkap kepala sekolah serius.

Senada itu ditambahkan, Partahanan Hutabarat MPdi menjelaskan pelaksanaan Salat Sunat Istisqa dilakukan sebanyak dua rekaat sebagai bentuk muhasabah dan intropeksi diri atas segala sikap dan perbuatan yang selama ini tidak menjaga kelestarian lingkungan hidup dan alam sekitar sehingga terjadilah bencana atau musibah kabut asap akibat dari dampak Karhutla sehingga muncul asap yang sangat parah ini.

”Kita sangat menyadari kesalahan dan kekhilafan agar peringatan dan azab ini dicabut oleh Allah SWT dengan mengijabahkan doa kita. Mudah-mudahan hujan yang turun membasahi bumi dapat memadamkan api sehingga pergilah kabut asap ini. Segala upaya sudah kita laksanakan dengan hari ini menyerahkan dan memohon kepada Allah SWT agar kiranya diturunkan hujan sehingga proses belajar mengajar bisa berlangsung normal kembali,”
harap Partahanan Hutabarat.

Ditempat terpisah, Kadisdikbud Kota Dumai Drs H Sya’ari MP turut mengapresiasi pelaksanaan Salat Istisqa yang digelar oleh SMP Negeri 2 Dumai. ”Semoga Salat Istisqa yang dilakukan SMP Negeri 2 ini membawa berkah dengan turunnya hujan sehingga memadamkan api yang membuat kabut asap. Saya juga mengharapkan aktivitas belajar mengajar kembali normal tidak mengganggu proses pembelajaran anak-anak kita,” ujar Sya’ari.(des)

Editor : Bambang Rio

Comments

comments

Berita Terbaru