oleh

Puluhan Tahun Kebanjiran, Warga Tanam Pisang di Drainase

Loading...

DUMAI(DUMAIPOSNEWS) — Puluhan warga RT 19 Kelurahan Rimba Sekampung, Dumai Kota, Kamis (26/09) petang melakukan aksi protes pada pemerintah yang tak merespon keluhan warga selalu kebanjiran saat musim hujan disebabkan drainase Jalan Sutan Hasanudin yang dangkal.

Aksi kekecewaan warga tersebut berlangsung sekitar 30 menit dengan menanam dua batang pohon pisang di Jalan Sutan Hasanudin depan Karaoke Pink.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan permasalahan ini ke pemerintah kelurahan, Dinas PUPR serta beberapa anggota DPRD Dumai. Namun waktu terus berputar dan tahun berganti tidak ada respon dari pemerintah untuk melakukan pengerukan drainase Jalan Sutan Hasanudin yang tinggal kedalaman sekitar 30 centimeter dari 2,4 meter,”ujar ketua RT 19 Pardi kepada wartawan, Jumat (27/09)

Kata Pardi, persoalan pendangkalan drainase ini sudah berulang kali disampaikan ke Dinas PUPR agar melakukan pengerukan.”Biar kami yang membeli BBM nya untuk alat berat yang melakukan pengerukan, namun usulan itu tak direspon hingga puluhan tahun warga di RT 19,20,21 dan 23 mengalami kebanjiran. Kami kesal dengan sikap lamban pemerintah ini,”tegasnya Pardi didampingi warga lainnya.

Setiap diusulkan untuk melakukan pengerukan pemerintah selalu berkelit tak memiliki dana. Lalu kapan pemerintah punya dana pengerukan? “Tolong pak wali dan Dinas PUPR respon keluhan warga yang sudah puluhan tahun terhimbas banjir karena buruknya drainase,”tutur mereka lagi.

Drainase Jalan Sutan Hasanudin yang tembus ke sungai Dumai dibangun di era tahun 1980 an sedalam sekitar 2,5 meter. Namun saat ini hanya tinggal 30 centimeter selebihnya telah tertimbun material bangunan serta lumpur dan sampah.

Pemerintah saat ini, kata mereka masih setengah hati melakukan normalisasi drainase yang ada di perkotaan. Dampaknya jalan jalan kerap tergenang banjir saat hujan turun.

Kata Pardi lagi, jika pemerintah tidak segera melakukan normalisasi drainase Jalan Sutan Hasanudin dipastikan beberapa tahu lagi drainase tersebut sudah penuh dengan lumpur dan sampah pada akibatnya warga yang harus mengangkat celana saat musim hujan. (wan)

Editor   : Bambang Rio

Comments

comments

Berita Terbaru