oleh

Mahasiswa dan Akademisi Dumai Dukung RUU Pemasyarakatan

Loading...

DUMAI(DUMAIPOSNEWS)– Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Dumai menggelar diskusi dengan sejumlah Mahasiswa, Akademisi, masyarakat, dan Media dengan tujuan untuk mensosialisasikan dan berdiskusi terkait dengan revisi undang undang Pemasyarakatan, Kamis (26/9) kemarin.

Sosialisasi dan Forum Grup Diskusi (FGD) Rancangan UU Pemasyarakatan itu dipimpin oleh Kepala Rutan Kelas II B Dumai, Rindra Wardhan yang juga dihadiri sejumlah pejabat Rutan kelas II B, seperti Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Aldino dan pejabat Rutan lainnya.

Kepala Rutan Kelas II B Dumai, Rindra Wardhana mengungkapkan, bahwa sosialisasi dan FGD Rancangan UU Pemasyarakatan, pihaknya mengundang mahasiswa STIA Lancang Kuning, STT Dumai, dan STIE Dumai, beserta beberapa dosen dari perguruan tinggi di Kota Dumai.

Ia menjelaskan, bahwa RUU Pemasyarakatan yang akan segera disahkan di DPR RI tersebut dilakukan sosialisasi, agar masyarakat mengerti, bahwa UU Nomor 12 tahun 1995 itu, memang sudah harus diganti dengan disesuaikan dengan zamannya.

“Karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum masyarakat. Dan juga belum mengatur secara utuh kebutuhan pelaksanaan tugas pemasyarakat,” katanya, Ahad (29/9).

Selain itu, lanjut Rindra menjelaskan, sebelumnya masih terjadi kekeliruan (tumpang tindih) pemahaman tentang definisi ataupun makna Pemasyarakatan, dan tujuan yang akan dicapai dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan.

Oleh karena itu, sangat penting dan mendesak, untuk segera dilakukan perubahan UU Pemasyarakatan. Karena proses perubahan itu sejak tahun 2003 lalu, melalui pembahasan internal Ditjenpas, 2003-2011 penyusunan draf, 2016 tahap pembahasan lintas Kementrian, 2017 pembahasan Pemerintah dan DPR.

“Kita juga menghormati apa-apa saja masukan dari mahasiswa dan pihak akademis, dan mereka juga mengaku mendukung, Rancangan UU Pemasyarakatan untuk segera di sahkan,” sebutnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa STT Dumai Amiroel Oemar Syarif, merasa puas dengan apa yang telah dilakukan pihak Lapas, dengan melakukan sosialisasi RUU Pemasyarakat ini.

“Jadi, setelah kita mendengarkan penjelasan kenapa sebabnya UU Pemasyarakat lama harus diganti itu, karena mungkin sudah tidak efisien, maka saya setuju untuk diganti,”ungkapnya.

Diakuinya, rancangan undang-undang tersebut bagus diperbaharui sekarang karena yang lama sudah tidak relevan lagi. “Ya bagusnya rancangan undang-undang tersebut diperbarui sekarang, karena banyak yang sudah tidak relevan lagi,” pungkasnya.

Usai melakukan diskusi dan sosialisasi, bersama mahasiawa perguruan tinggi di Kota Dumai tersebut, mendatangani dukungan RUU Pemasyarakat untuk bisa segera disahkan.(ras)

Editor : Bambang Rio

 

Comments

comments

Berita Terbaru