oleh

Kondisi Udara di Dumai Kembali Berbahaya

DUMAI(DUMAIPOSNEWS) -Udara di Kota Dumai kembali membuat Masyarakat khawatir, pasalnya kondisi yang ada saat ini, berdasarkan ‎data dari DLHK provinsi Riau, akibat kabut asap, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kota Dumai berada di Level Berbahaya.

Kepala pelaksana (Kelaksa), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kota Dumai, H. Afrilagan mengungkapkan, untuk saat ini, Minggu (22/9/2019), berdasarkan data dari DLHK provinsi Riau, ISPU, kota Dumai berada di Level Berbahaya.

“Sebelumnya dua hari belakangan udara kita sudah mulai membaik, yakni dari berbahaya menjadi tidak sehat. Namun karena titik api banyak ditemukan di Provinsi tetangga seperti Jambi, Dumai terkena Imbasnya, yang saat ini udara berada di level berbahaya,” katanya.

Ia menambahkan, untuk di Kota Dumai sendiri, kabut asap merupakan asap kiriman dari Provinsi tetangga. Sedangkan hotspot yang ada di Dumai Terpantau 6 titik. ‎

“Hari ini (minggu, red) ada 1 titik confident ‎diatas 70 persen berada daerah Kecamatan Dumai Barat, kelurahan lubuk Gaung, jalan Rimbun Jaya,” sebutnya.

Lebih lanjut dijelaskanya, Saat ini tim gabungan Satgas Darat Karhutla sudah turun kelapangan untuk melakukan pemadaman.

Dirinya berharap, satu hotspot bisa segera padam dan diatasi, oleh tim. Pihaknya juga memohon doa dari masyarakat Dumai agar tim bisa segera memadamkan titik api yang ada di Dumai.

Dia mengaku, memang kesulitannya akses jalan menuju ke titik api memang sulit, ditambah dengan ketersediaan sumber air. Namun pihaknya bersama tim gabungan tetap berusaha memadamkan titik api.

Sementara , Rono warga Bukit Timah mengaku khawatir dengan kondisi udara yang ada di kota Dumai, yang kembali berada di level Berbahaya.

“Kemarin hari Jumat dan Sabtu kabut asap sudah mulai berkurang, hari ini jadi pekat lagi, Udara sudah sangat tidak bersahabat bang, udah berada di level berbahaya ‎, saya khawatir dengan anak-anak saya,” sebutnya.

Hasan Warga Dumai Kota juga merasa was-was dengan kondisi udara yang ada di Dumai dengan kondisi Berbahaya. (wan)

Editor : Bambang Rio

Berita Terbaru