oleh

19 Tahun Dumai Pos, Tetap ada Karena Pembaca. Catatan : MUHAMMAD DARWIS SE, Direktur Dumai Pos

Loading...

TANGGAL 1 Oktober 2019, Harian Pagi Dumai Pos berusia 19 tahun. Biasanya kami  merayakan setiap bulan Desember karena pada bulan itu koran ini benar-benar dianggap eksis setelah melalui masa percobaan selama 2 bulan.

Terbit pertama kali pada 1 Oktober 2000, koran ini pernah mengalami masa-masa awal yang sulit, tetapi kemudian berkembang di tengah berbagai tantangan dan perubahan zaman. Ia hadir di tengah eforia otonomi daerah dan harapan agar wilayah beredarnya koran ini berkembang dengan pesat.

Ia hadir di tengah harapan agar Kota Dumai menjadi kawasan pengganti Batam setelah  Kepulauan Riau berdiri sendiri dan terpisah dari Riau Daratan. Di tengah harapan, meminjam istilah Rida K Liamsi, menjadi naga baru bagi Provinsi Riau. Menjadi kawasan ekonomi khusus industri, yang akhirnya menjadi klaster industri sawit nasional, agar
menjadi lokomotif ekonomi Provinsi Riau.

Berawal dari mengontrak rumah berdinding papan di Jalan Pattimura selama 2 tahun sebagai kantor, kemudian bergeser ke Jalan Hang Tuah dengan kondisi yang tak jauh berbeda. Tahun 2004 pindah ke Jalan Ombak (sekarang Jalan Sultan Hassanuddin) dengan azam yang terakhir mengontrak kantor.

Tahun 2007, kami pancangkan tekad menjadi tahun terakhir mengontrak kantor sejalan dengan dimulainya pembangunan kantor Harian Pagi Dumai Pos di Jalan Dockyard (sekarang Jalan M.H. Thamrin). Mei 2008, Harian Pagi Dumai Pos menempati gedung baru sekaligus memancangkan tekad menjadi Koran Pertama dan Terbesar di pesisir Timur Provinsi Riau.

Kini, di usia 19 tahun Dumai Pos, ia terus bergerak di tengah gelombang transformasi teknologi digital. Karena kami sadar bahwa seleksi alam terhadap industri media, khusunya media cetak, tampak begitu kejam. Ada yang mati, ada yang sekarat, ada juga yang tetap tumbuh dan terus bertahan, melawan angin kencang yang menghantam.

Namun demikian masih ada potensi besar bisnis media massa yang belum tergarap maksimal. Karena dunia tanpa media seperti laut tanpa pantai. Seperti siang tanpa malam. Media tanpa transformasi dan inovasi seperti pungguk merindukan bulan.

Media massa tetap menjadi sumber inspirasi, penuntun nilai-nilai luhur kemanusiaan, dan teman demokrasi terbaik, menjunjung tinggi kepentingan publik, menjaga keseimbangan kehidupan berbangsa yang tetap independen dan terus menjadi penyeimbang.

Kuncinya hanya satu. Keberanian membuat perubahan. Dan itu terus menerus kami lakukan dengan menyikapi perbedaan sebagai modal membuat sebuah pembaharuan yang harus dimulai dari dalam diri sendiri. Karena hidup semakin dinamis, berwarna dan berakhir manis.

Bisa melewati usia ke-19, bagi kami cukup melelahkan. Melewati hari penuh tantangan luar biasa. Sangat keras. Baik dari eksternal maupun internal. Terlebih karena kerasnya persaingan.

19 Tahun kami hadir di tengah-tengah pembaca nyaris tanpa jeda. Menghidupkan karya jurnalistik yang lahir dari semangat. Menghadirkan produk jurnalistik yang paripurna  dengan mengedepankan prinsip-prinsip trusted, kredibel, aktual, mendalam, dan penuh perspektif.

Bersyukur adalah kata yang tepat yang harus kami lakukan hari ini. Karena perjalanan koran yang kita cintai melewati hari-harinya dengan baik. Dan tetap ingin hidup, tegak dan berdiri seribu tahun lagi. Tidak tergerus arus perubahan akibat perkembangan teknologi terkini.

Pembaca setia koran ini ialah modal utama sekaligus kekuatan kami disaat kami menghadapi masa-masa sulit. Karenanya kami sadar akan adanya peran masyarakat yang begitu besar. Kami bisa berkarya karena didukung dan diterima penuh para pelanggan dan pembacanya. Karena partisipasi aktif masyarakat.

Kami juga sangat memahami adanya kelemahan dan kekurangan dimana-mana. Banyak hal yang memang harus kami perbaiki ke depan atas kelemahan itu agar koran ini bisa eksis sepanjang masa. Terobosan dan inovasi, bagi kami, bagian yang harus dilakukan.

Kekurangan itu kami jawab dengan mendorong kepada tiap karyawannya meningkatkan kemampuan, baik kemampuan secara personil hingga keharusan memiliki syarat kompetensi. Hingga kini Dumai Pos memiliki mayoritas wartawan yang sudah memiliki kualifikasi kompetensi, mulai dari jenjang utama hingga madya.

Awal tahun ini, Dumai Pos mendirikan dumaiposnews.com. Ini untuk menyongsong 20 tahun Dumai Pos yang akan menapaki langkah memadukan media print dan online yang hidup bersinergi. Memadukan kecepatan dan akurasi. Namun, sehebat apapun kami sebagai sebuah  media massa, kami tak akan bisa berdiri sendiri melakukan apapun tanpa ada satu kekuatan yang merespon dan memercayai kami. Ada peran besar masyarakat, pelaku ekonomi dan unsur pemerintahan.

Kepada anda semua dimana pun pun berada, kami haturkan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kerjasama, kritik dan sarannya. Kami ada karena pembaca! (*)

Comments

comments

Berita Terbaru