Main HP Sambil Di Cas, Seorang Pria Tewas Kesetrum

BALI(DUMAIPOSNEWS)– Kasus orang meninggal tersengat listrik saat main handphone (HP) sambil di-charg atau mengisi daya kembali terjadi.

Kali ini, diduga keasyikan mendengarkan musik melalui aplikasi yang ada di HP sambil di-charg, I Wayan Suardana, 35, harus menjemput maut

Kongkowkuy

Pria asal Banjar Sarikuning Tulungagung, Tukadaya, Melaya, ini, Jumat (28/12) sekitar pukul 16.00 sore tewas mengenaskan.

Kapolsek Melaya AKP Ketut Wijaya Kusuma dikonfirmasi terkait musibah yang menimpa Suardana, Sabtu (29/12) membenarkan.

Menurutnya hingga kasus ini terjadi, berawal saat korban asyik mendengarkan musik melalui aplikasi HP di rumahnya.

“Saat korban sedang mendengarkan musik itu sempat dilihat saksi I Made Arya,” terang Wijaya Kusuma.

Menurut Kusuma Wijaya, dugaan korban tewas tersengat listrik, itu yakni dikuatkan dari keterangan saksi Arya yang mengaku sempat melihat korban mendengarkan musik sambil menghubungkan ponsel miliknya ke speaker aktif.

“Saat itu, saksi juga melihat korban sambil charge HP,” imbuhnya seperti dilansir Radar Bali (Jawa Pos Group).

Kemudian selang sekitar 1 jam, saksi Arya sudah melihat korban sudah tersungkur jatuh dalam posisi tergeletak di tanah.

“Saat diketehui saksi, kondisi korban masih bernafas namun dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri. Sedangkan ponsel terlihat sebagian terbakar,” terang Kusuma Wijaya.

Melihat korban tak sadarkan diri, saksi Arya spontan langsung meminta tolong kepada keluarga dan tetanggnya untuk membawa korban ke RSU Negara.

“Namun dalam perjalanan korban meninggal,” tambahnya. Atas kejadian itu, lanjut Kusuma Wijaya, pihaknya dibantu tim Identifikasi dari Polres Jembrana langsung melakukan olah TKP.

Hasil pemeriksaan petugas medis korban dipastikan meninggal karena tersengat listrik dari ponsel yang dipegangnya. Tim juga temukan bekas luka bakar di telapak tangan kanan akibat kesetrum listrik,” terang Kusuma Wijaya.

Atas meninggalnya korban, pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan menolak jenazah dilakukan otopsi.

Sumber : JPNN