oleh

Menelusuri Tempat Latihan Terduga Teroris Kelompok Pak Ngah

Menelusuri Tempat Latihan Terduga Teroris Kelompok Pak Ngah Warga Merasa Aneh, Tak Mau Beribadah di Mesjid Terdekat

Dumaiposnews.com, Dumai – EMPAT terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau, Rabu (16/5) pagi, tewas dilumpuhkan petugas. Satu di antara mereka, disebut sebagai pimpinan penyerangan, sekaligus pemimpin suatu kelompok suatu jaringan radikal.

Pria yang dimaksud adalah Mur Salim alias Pak Ngah (48) warga Kota Dumai. “Pak Ngah disebutkan sebagai pimpinan,” ungkap Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri bersama Polres Dumai pun langsung terjun ke kediaman terduga pimpinan pelaku penyerangan Mursalim Ical alias Pak Ngah, di Jalan Santri A Sakinah, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai pada Kamis (17/5) siang.

Sekilas pondok terbuat dari anyaman pelepah sawit biasa-biasa saja. Berada di tengah rindang pohon kepala sawit yang hijau dan lebih mirip bale-bale untuk istirahat pelepas lelah bagi pekerja kebun kelapa sawit.

Tapi pondok itulah diduga dijadikan tempat pengajian sekaligus menanamkan doktrin bagi kelompok Pak Ngah. Dari pengakuan sejumlah warga yang tinggal berjarak tak jauh dari kediaman Pak Ngah, awalnya warga memang sudah merasa aneh dengan aktifitas di sebuah pondok kediaman terduga pelaku.

 Keraguan itu akhirnya terjaga ketika permasalahan Mursalim Ical alias Pak Ngah ramai pasca penyerangan Mapolda Riau beberapa hari lalu.

Setelah ditelusuri lebih dekat kediaman pak Ngah memang terlihat sepi, tak banyak bangunan berada di kediamannya. Hanya beberapa rumah semi permanen dan sejumlah pondok yang terlihat berjarak lumayan jauh.

Akses jalan menuju di kediaman terduga tidak terlalu buruk, meskipun ada beberapa bagian yang berlubang. Lokasi itu memang merupakan tempat perkebunan kelapa sawit.

Warga yang tinggal disekitar itu rata-rata merupakan penjaga dan petani perkebunan sawit.

Kediaman Pak Ngah terbuat dari kayu, setiap ruangnyanya terlihat  dua ruang yang di sekat. Tepat disebelah rumah itu terdapat sebuah gubuk yang dijadikan tempat pengajian mereka. Gubuk itu tidak terlalu besar, lebih kurang berukuran 5 x 7 Meter.

Pantauan Dumaipos, petugas telah memasang garis Polisi di rumah pelaku, petugas juga mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa senapan, pedang dan panah beserta bukti lainnya.

Seorang pria berinisial NH yang terindikasi pernah ikuti kedalam kelompok jaringan pengajian diamankan petugas akhirnya berbicara. 

Ia mengatakan ada 7 orang yang tergabung dalam pengajian. “Gubuk inilah dijadikan tempat istimewa yang menjalan keyakinan. Dulu saya tahu gubuk ini dijadikan tempat sholat jumat dan pengajian, imamnya kadang Pak Ngah kadang Suwandi,” ungkapnya.

Ia mengaku bertemu dengan Pak Ngah dan Suwandi lebaran tahun  kemarin 2017 silam.” Semejak itu saya tidak pernah lagi jumpa  mereka,” kata NH.

Menurut salah seorang warga yang enggan disebutkan mengklaim pengajian yang dilakukan terduga merupakan aliran tak jelas. 

“Kami menilai itu ajaran sesat tak jelas, dia disini tertutup dan jarang bergaul,” katanya. Ketua RT 05 Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai Saharuddin mengaku tidak mengenal baik dengan pak Ngah. Karena tidak pernah bergaul bersama masyarakat sekitar.

 “Pak Ngah tidak pernah mela­por ke RT sejak 3 bulan tinggal disini, kami dari pihak kelura­han, Babinkamtibmas dan Babinsa pernah mendatangi kediaman tee­sangka,” ujar Saharuddin.

Pak Ngah tinggal disini pada tahun 2017 lalu setelah membeli lahan seluas setengah jalur kepada warga dan tinggal disini bersama istri dan 2 anaknya.

“Saat kita datang pelaku mengaku membuka pengajian dengan jumlah anggota sebanyak 7 orang,” katanya.

Belakangan diketahui mereka melaksanakan ibadah di salah satu gubuk yang mereka buat. Mereka tidak beribadah di rumah ibadah yang ada di pemukiman warga.

“Mereka melaksanakan pengajian disana dengan jumlah 7 orang dan aktivitas pengajian mereka banyak dilakukan pada malam hari sementara siang mereka melaksanakan aktivitas sebagaimana aktivi­tas masyrakat disini. Seperti berkebun dan mendodos sawit,” kata Saharuddin.

Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan SIK kepada Dumaipos, menghimbau kepada masyarakat tetap tenang dan waspada. Serahkan kepada pihak kemanan dalam melakukan tindakan ini “Masyarakat jangan panik dan harus tenang.

Serahkan semuanya kepada kami dan kalau ada tindakan yang mencurigakan silahkan langsung laporkan kepada pihak kepolisian agar cepat diambil tindalan,” ujarnya. (aga)

Berita Terbaru