KNPI Dumai Tolak Dokumen Amdal PT Agro Murni

 

DUMAI (DUMAIPOSNEWS.COM) — KNPI Dumai kembali mengingatkan dokumen Amdal tidak dilanjutkan, pasalnya penilaian analisa dampak lingkungan (Andal) PT Argo Murni dinilai masih bermasalah. Hal itu membuat berbagai kalangan meminta agar dokumen analisisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) tidak dikeluarkan.

Kongkowkuy

Ketua DPD KNPI Dumai, Agus Tera didampingi anggota menegaskan akan terus mengawal dan mengawasi upaya Agro yang ingin melancarkan upaya dokumen Amdal tampa proses transparan. Pembahasan penilai Amdal PT Agro Murni yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Dumai.

“Kami menduga banyak terjadi kejangalan dalam proses pengurusan Dokumen Amdal ini, SK Komisi Penilaian Amdal sudah terbentuk, kami menduga pengurusan Amdal itu dilakukan tidak transparan dan diskriminatif yang mana tidak melibatkan masyarakat banyak. Kita orang Dumai berhak menyampaikan dan menilai dampak dari perusahaan itu,”ungkapnya, Jumat (23/2) kemarin.

KNPI menegaskan terkait proses Dokumen Amdal menolak keras untuk dikeluarkan sebelum pemerintah bisa melakukan penilai itu secara transparan dan melibatkan seluruh aspek yang ada di Kota Dumai.

“Kata kita mereka membangun industri sebagai investor, siapa yang tau jika industri milik asing itu kemudian hari menjadi bom waktu, atau sisa hasil produksi mereka berdampak kepada kesehatan masyarakat sekitar, siapa yang bertanggung jawab?, tanya dia.

“Kami yakin, tak akan ada perhatian terhadap orang yang terkena dampak lingkungan nantinya. Dumai ini jangan hanya dijadikan tempat penanaman modal bagi para asing jika tidak bisa mensejahtera masyarakat, lebih baik hengkang saja, “paparnya.

Berdasarkan Industri yang kini sudah menjamur di Kota Dumai bisa di lihat apa yang di dapat oleh Dumai, tak selaras dengan tingkat jumlah kemiskinan. Masih banyak orang lokal yang menjadi pengangguran, kita diklaim tak mampu bersaing di bidang keahlian khusus, kita dijanjikan 70% bekerja di perusahaan, namun pribumi didominasi bekerja sebagai bawahan di perusahaan, negri ini semakin dikuasai orang – orang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan sehingga pemerintah kita selalu lebih menghormati asing dari pada memperhatikan generasi muda sebagian penerus bangsa, kita dibiarkan bodoh, “sesalnya.(aga)

Komentar